About Aqila

THE HISTORY

Globalisasi adalah satu keniscayaan yang tidak dapat dihindari pada masa kini dan beberapa tahun mendatang. Tantangan dan tuntutan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang paling diprioritaskan. Karena dengan globalisasi ini, akan terjadi persaingan kerja dan bisnis yang lebih hebat dari sebelumnya. Indonesia, sebagai satu negara berkembang yang tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi, harus memiliki kesiapan SDM yang handal dan kompetitif dalam persaingan globalisasi. Anggaran pendidikan Indonesia yang tidak bisa menembus angka 20% sebagai angka minimum untuk menyiapkan SDM yang handal tersebut saat ini tidak dapat terealisasi dengan banyak kendala.

Fakta telah berbicara banyak bahwa masih amat banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dasarnya. Hal ini bisa kita lihat di sekitar kita, walau itu di Ibukota Republik tercinta ini. Di pinggir – pinggir kali dan sungai, di gang-gang sempit dan becek, di perempatan lampu merah masih kita jumpai anak-anak kita tak dapat menikmati indahnya belajar di sekolah. Apalagi di daerah-daerah yang minim fasilitas dan anggaran. Fakta ini harusnya mengugah pemimpin-pemimpin bangsa ini untuk lebih memprioritaskan sektor pendidikan.

Kesadaran membangun kualitas SDM bangsa Indonesia telah banyak bermunculan dari banyak pihak, Perusahaan-perusahaan besar dan multinasional dengan program Corporate Social Responsibilies, lembaga-lembaga amal dan keagamaan, lembaga amil zakat dan swadaya masyarakat. Berbagai program penunjang, drilling, dan alternatif banyak diterapkan untuk mendongkrak potensi opportunity loss yang akan timbul dari rendahnya SDM. Berjuta harapan dari anak-anak Indonesia digantungkan kepada mereka-mereka yang peduli.

Yayasan Aqila (Aqila English Centre) adalah satu dari sekian banyak lembaga amal sosial pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan non formal. Aqila memfokuskan diri untuk pengembangan kualitas kemampuan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia, bisnis, pendidikan dan kemasyarakatan menjadi satu hal yang niscaya untuk dikuasai oleh generasi muda Indonesia. Mahalnya pendidikan tambahan bahasa inggris, berupa kursus-kursus, menjadi satu indikator bahwa masih lemahnya kemampuan berbahasa inggris di kebanyakan sekolah formal. Walau Bahasa Inggris menjadi satu mata pelajaran diujikan dalan Ujian Akhir Nasional, tidak mengartikan lulusan UAN tersebut pandai menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi.

Latar belakang tantangan dan tuntutan globalisasi, masih banyaknya anak-anak Indonesia yang belum pandai berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dan mahalnya pendidikan tambahan Kursus Bahasa Inggris menjadi latar belakang pendirian Yayasan Aqila (Aqila English Centre). Aqila dengan serangkaian kursus nonformal Bahasa Inggris yang ditunjang dengan sejumlah program perlombaan, pelatihan, dan public speaking society bercita-cita dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di wilayah operasinya. Selain itu, Aqila juga mendorong banyak pihak untuk dapat mensosialisasikan dan mengadopsi program non formal kursus Bahasa Inggris ini.

THE ORGANIZATION STRUCTURE

Founder Board :
1. Nadia Sunarto Demi, SS
2. Ir. H. Achmad Fachrie Bakrie

Supervisory Board :
1. Prof. Ny. Arie Sukanti H, SH, MLI
2. Yan Herizal, SE

Director : Demi Dwi Jayanto, SE

Event Organizer : Mardiana, SPsi

Treasurer : Teti Karwati

Competition :
1. Siti Syarifah, Spd
2. Antya P W, ST
3. Susan Lusiana, SP.
4. Desmiati, S.Hum.
5. Chairunnisa.

Buka Puasa Bersama :
1. Eko Suryaddin
2. Hubaini, SH
3. IRMI (Ikatan Remaja Masjid Istikmal)

Teachers’ Package and Grants for Masjids :
1. Thomas Adam, ST
2. Wina Nurcahya, SKom.